Jumat, 08 Maret 2013

Mengenang Kekuatan Terbesar Dan Menakutkan Juventus

[Spesial] In Memoriam: Juventus 2005/06, Kekuatan Terbesar dan Menakutkan Eropa


VenBi, KabarSepakbola; Harus diakui bahwa Juventus di musim 2005/2006 merupakan skuad terkuat di sepakbola Eropa bahkan dunia.

Pada masa itu, Bianconeri memiliki kualitas menjadi salah satu tim terhebat sepanjang sejarah.

Namun hal tersebut ternoda karena Juventus tersandung kasus Calciopoli di tahun 2006. Karena hal tersebutlah Juventus harus menerima konsekuensi melepas scudetto 2005 dan 2006 serta harus turun kasta ke Serie B. Skuad Juventus 2005/06 pun akhirnya mendapat predikat buruk dari rival mereka di Italia, Eropa, dan dunia.

Tidak hanya itu, klub yang juga dijuluki 'Kekasih Italia' ini pun kesulitan menemukan 'jati diri' mereka selepas skandal tersebut. Terbukti La Vecchia Signora menjadi tim penyakitan sampai akhirnya mampu kembali menguasai Italia di musim lalu (2011/2012) dengan rekor fantastis: tidak terkalahkan dalam satu musim.

Berikut ini adalah daftar skuad Juventus 2005/06 kekuatan terbesar dan menakutkan di Eropa.

- Kiper: Gianluigi Buffon (Italia)


Tidak ada yang meragukan skill Buffon dalam mengawal gawang tim yang dibelanya. Ini dibuktikan dengan 8 gelar kiper terbaik Serie A Italia. Ia juga termasuk salah satu kiper elit dan terbaik se-dunia.

Tidak hanya itu, loyalitas Buffon pun tidak usah diragukan. Saat Juve harus terpaksa berlaga di Serie B, Buffon termasuk dalam sedikit pemain yang masih bermain dan berjuang untuk Si Nyonya Tua. Saat ini Buffon masih menjadi kiper utama Juventus dan timnas Italia.

- Bek Kanan: Jonathan Zebina (Prancis)


Bek yang mengikuti direkrut dari AS Roma ini selalu menampilkan permainan yang konsisten selama membela Juventus. Kontribusinya sangat membantu pencapaian Juventus di tahun 2005 dan 2006. Ia bermain untuk Juventus sampai tahun 2010.

- Bek Tengah: Fabio Cannavaro (Italia) - Lilian Thuram (Prancis)


Skill Cannavaro dalam membaca permainan dan ketangguhannya membuat ia sangat sulit dilewati oleh striker-striker lawan. Canna (panggilan akrab Cannavaro) juga merupakan salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Italia. Saat Juventus tersandung Calciopoli, Canna memilih pindah ke Real Madrid.


Duet Canna di jantung pertahanan Juventus 2005/06 adalah bek kuat asal Prancis Lilian Thuram yang didatangkan dari Parma. Thuram bermain sebanyak 204 pertandingan selama berkostum hitam-putih Juventus. Thuram pindah ke Barcelona setelah Juventus terkena Calciopoli.

Duet Canna-Thuram di lini belakang Juventus merupakan duet terbaik kala itu dan sulit untuk ditembus.

- Bek Kiri: Gianluca Zambrotta (Italia)


Zambrotta sebenarnya adalah pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap kanan. Namun karena kejelian Marcelo Lippi, ia akhirnya ditempatkan mengisi pos bek kiri Juventus dan menjelma menjadi salah satu bek terbaik dunia. Setelah kasus Calciopoli, Zambrotta memilih untuk hijrah bersama Thuram ke Barcelona.

- Gelandang Sayap Kanan: Mauro Camoranesi (Italia)


Mauro Camoranesi mempunyai skill individu di atas rata-rata. Beberapa aksinya kerap membuahkan assist bagi rekan timnya untuk mencetak gol, namun tak jarang pula Camoranesi membuahkan gol melalui kakinya sendiri.

Gelandang Italia bertubuh mungil ini juga merupakan salah satu dari sedikit pemain Juventus 2005/06 yang loyal terhadap klub dan ikut membela Bianconeri di Serie B. Camoranesi hijrah dari Juventus ke Stuttgart di tahun 2010.

- Gelandang Tengah: Emerson (Brasil) - Patrick Vieira (Prancis)


Emerson mampu memberikan sentuhan kreatifitas pada Juventus kala itu. Di rekrut dari AS Roma, pemain Brasil ini mencatatkan 67 penampilan bersama pasukan Turin. Emerson merupakan salah satu gelandang jangkar terbaik yang pernah ada di dunia sepakbola. Dua musim bersama Juventus, Emerson memilih hengkang ke Real Madrid setelah Juventus harus menjalani hukuman di Serie B terkait Calciopoli.


Merekrut Vieira dari Arsenal merupakan langkah brilian yang dilakukan oleh manajemen Juventus kala itu. Kemampuan Vieira menjaga kedalaman lini tengah dan membantu penyerangan sudah diakui di dunia. Meskipun hanya satu musim di Turin, namun Vieira mampu manjadi hard man dan gelandang jangkar bagi Juventus. Ia kemudian membelot ke Inter Milan setelah Juventus terseret Calciopoli.

Emerson dan Vieira menjadikan kekuatan lini tengah Juventus menjadi yang terkuat kala itu.

- Gelandang Sayap Kiri: Pavel Nedved (Rep. Ceko)


Pavel Nedved merupakan pemain komplet dalam era sepakbola modern. Speed yang mumpuni, ketangguhan, dan shooting canon-ball yang mematikan merupakan ciri khas dari Nedved.

Pemain berjuluk 'Furia Ceca' ini mencapai peforma terbaiknya selama 8 musim membela Juventus. Ia meraih gelar Ballon d'Or pada tahun 2003, mencapai final Liga Champions Eropa, dan menyabet beberapa titel Serie A bersama Juventus.

Nedved juga termasuk pemain yang loyal bersama Juventus meskipun harus bermain di Serie B. Pada tahun 2009, Nedved memutuskan untuk mengakhiri petualangannya bersama La Fidanzata d'Italia dan pensiun sebagai legenda hidup Juventus.

- Penyerang: Alessandro Del Piero (Italia) - David Trezeguet (Prancis)


Del Piero adalah Juventus, Juventus adalah Del Piero. Pemain berjuluk Il Pinturicchio ini adalah segalanya bagi Bianconeri. Ia adalah kapten (11 tahun), mesin gol, teladan di dalam maupun di luar lapangan, dan pemain yang mampu memecahkan semua rekor di Juventus. Ia ikut turun bersama Juventus ke Serie B yang membuktikan loyalitasnya terhadap klub kota Turin ini.

Namun sayang, di tahun 2012 manajemen Juve memilih untuk tidak memperpanjang kontrak sang legenda hidup La Vecchia Signora ini. Del Piero akhirnya mengakhiri 19 tahun romantisme bersama La Fidanzata d'Italia dan hengkang ke Sydney FC di Liga Australia. Di akhir pengabdiannya, Del Piero pun masih bisa mempersembahkan gelar scudetto bagi Juventus dengan rekor tak terkalahkan dalam satu musim.


Duet Del Piero di tahun 2005/06 adalah David 'Trezegol' Trezeguet. Pemain Prancis ini merupakan penyerang ke-empat dalam daftar pencetak gol terbanyak Juve sepanjang masa. Ia juga merupakan penyerang asing tersubur yang pernah membela Juventus. Ia juga termasuk salah satu dari sedikit pemain Juve yang memilih bertahan dan berlaga di Serie B bersama Juventus. Trezeguet hengkang dari Juventus pada tahun 2010 menuju klub La Liga Spanyol Hercules.

Duet Del Piero-Trezeguet merupakan duet paling menakutkan di Italia, Eropa, dan dunia kala itu.

- Pemain Cadangan


Selain sebelas pemain inti Juventus di atas, pemain-pemain cadangan Juventus di bawah ini juga memiliki andil yang cukup besar atas kesuksesan Juventus di musim 2005-06.

Kiper: Christian Abbiati, Landry Bonnefoi

Bek: Alessandro Birindelli, Domenico Criscito, Federico Balzaretti, Gianluca Pessotto, Giorgio Chiellini, Robert Kovac

Gelandang: Claudio Marchisio, Giuliano Giannichedda, Manuele Blasi, Ruben Olivera

Penyerang: Adrian Mutu, Marcelo Zalayeta, Zlatan Ibrahimovic.

- Pelatih: Fabio Capello


Fabio Capello adalah sosok dibalik kesuksesan dan kekuatan menakutkan Juventus di tahun 2005/06. Ia memenangi dua scudetto bersama Juventus kala itu, namun akhirnya dicabut karena Si Nyonya Tua terseret skandal Calciopoli. Capello sendiri memilih hengkang dari Juventus setelah klub Turin tersebut berlaga di Serie B. []

Kiper Juventus Keturunan Indonesia


Jangan kaget apabila musim-musim mendatang Juventus dikiperi oleh Mulyadi, benar Emil Audero Mulyadi sekarang sudah menjadi buah bibir di negeri Italia. Setelah mendapat penghargaan sebagai Pemain muda masa depan Italia terbaik pada tahun 2012.
Sangat disayangkan sekali mutiara-mutiara yang jelas berkibar harus memilih negeri lain, apakah pemerintah sudah tahu akan kabar ini atau mungkin masih terlalu sibuk mengurus PSSI yang sedang kacau, hmm,, mungkin ini adalah satu-satunya pemain keturunan Indonesia yang bisa bermain di klub besar kelak tidak seperti Irfan Bachdim dan Jefrri Kurniawan yang hanya bermain di klub medioker Jerman atau mungkin Arthur Irawan yang bermian di klub Espanyol. Nama besar Juventus adalah jaminan, karena disitulah Kiper terbaik abad ini versi IFHHS Gianluigi Buffon bermain.
Mulyadi yang Putra NTB yang kini memperkuat tim juara Liga Italia Juventus, menyatakan bahwa dirinya memilih memperkuat tim nasional Italia ketimbang Indonesia. Sebab, Emil mengaku hanya memiliki passpor Italia. Sekalipun lahir dan pernah tinggal di Mataram, Emil belum berstatuskan WNI.
“Benar saya lahir di Indonesia, akan tetapi saya tidak memiliki paspor Indonesia.” ujar Emil dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laman Indonesiatalent.net.
Keputusan Emil memperkuat tim nasional Italia terbukti tepat. Pasalnya, Emil kini menyandang predikat kiper utama di tim Azzurri U-17. Dia pun mendapat penghargaan sebagai Pemain muda masa depan Italia terbaik pada tahun 2012.
Selain di Italia, Emil juga menjadi pilihan nomor satu di tim Juventus U-17. Namanya bahkan dipercaya sebagai kapten Juventus muda. Emil mengaku mendapat banyak pelajaran berharga bersama tim muda Si Nyonya Tua. Berbeda dengan klubnya terdahulu, di Juventus Emil dididik untuk menjadi calon bintang sepak bola di masa mendatang.
“Latihannya sangat berbeda jika dibandingkan dengan klub saya terdahulu, terkadang latihannya sangat berat dan terkadang tidak terlalu berat. Kita berlatih setiap hari, hanya pada hari Senin dan terkadang Sabtu kita memiliki waktu istirahat,” cerita pengidola Gianluigi Buffon itu. ya kalau dibandingkan dengan latihan di Indonesia mungkin jauh, menilik kasus Indonesia ketika dilatih oleh Wim Rijsbergen yang mana para pemain ngambek g mau latihan karena banyak di marahin (mental tempe)
Sepanjang sepekan ini kiper Juventus kelahiran NTB, Emil Audero Mulyadi mendapat kesempatan emas berlatih bersama tim utama Juventus.
Dalam sebuah dokumentasi yang dilansir laman resmi Juventus, (foto atas) tampak Emil sedang berlatih bersama bintang Juventus Andrea Pirlo. Dalam foto di sebuah sesi latihan lain, Emil mendapat instruksi dari pelatih Antonio Conte . Emil sendiri sangat antusias dengan debut perdananya dalam latihan tim utama. Laman Twitter Emil Audero Mulyadi, @EmilAudero, sontak dibanjiri oleh ucapan selamat bagi pria berusia 15 tahun tersebut. Mayoritas pemberi selamat adalah pengguna Twitter asal Indonesia.
Ternyata Mulyadi masih suka pantai-pantai Indonesia
Emil Audero Mulyadi mengaku sangat terkesan pernah tinggal di Indonesia. Bagi Emil, keindahan alam di Nusantara sulit untuk dilupakannya.
“Saya sangat menyukai pantai – pantai yang ada di Indonesia dan berselancar disana, Pantai Selong Belanak menjadi favorit saya karena sangat indah,” ujar Kiper muda Juventus yang lahir di propinsi NTB tersebut,
Sekitar tiga tahun yang lalu, Emil masih bermukim di Indonesia. Ayahnya pun hingga kini masih menyandang status WNI. Dua tahun yang lalu, Emil memutuskan mengasah karier sebagai pesepak bola di tanah kelahiran sang ibu, Italia.
Keputusan Emil terbukti tepat. Hanya beberapa bulan setelah berkarier di Italia, dia direkrut Juventus. Tidak hanya itu, Emil pun menjelma menjadi pemain utama dan kapten di tim Juventus Allevi (U-17).

135746688564646838

Stadion Baru Juventus


Stadion Baru Juventus

Stadion ini mampu menampung sebanyak 41.000 penonton dan telah dirancang berdasarkan standar keamanan maksimum. Akses-akses masuk tanpa penghalang, dapat dilalui melalui empat pintu masuk pada bagian sudut stadion, stadion akan dikelilingi dataran landai yang luas, yang diproyeksikan agar menjadi kawasan hijau dimana bangunan dirikan.
Kawasan lingkar luar tersebut akan menjadi tempat yang aman untuk pemeriksaan tiket masuk serta tempat bagi layanan dan transportasi yang ditujukan untuk keadaan darurat bersiaga. Akses menuju anak tangga dan tribun dapat dilalui melalui 16 jalur masuk yang tersebar pada banyak sector, mengacu pada tata ruang yang dahulu digunakan untuk stadion yang lama. Dan yang terakhir, dalam keadaan-keadaan darurat, bangunan dapat dikosongkan dalam waktu kurang dari 4 menit.
Proyek ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi seluruh lapisan bawah tanah Delle Alpi, termasuk area zona lapangan. Di bawah anak tangga akan dibangun area pelayanan jasa milik stadion dan juga klub. Kebutuhan-kebutuhan para pemain merupakan prioritas utama bagi para perancang, seperti: akses-akses menuju bangunan, ruang ganti, riang istirahat, pintu masuk menuju lapangan, semuanya telah direncanakan hingga meliputi aspek detail terkecil.
Bagian atas, dilengkapi dengan sumber penerangan yang sangat baik dan sangat diperlukan dalam kegunaannya- khusus disesuaikan dengan gaya ketangguhan yang selalu menjadi ciri khas klub – Bagian stadion ini juga ditingkatkan, dengan anak tangga dan undakan-undakan: semuanya disusun menjadi bentuk setengah lingkaran yang unik yang saling berhubungan tanpa adanya unsur pemisah. Bangunan penutup glacis, akan diproyeksikan pada lorong ventilasi (Wind Tunnel), kondisi ini terinspirasi pada teknologi yang diterapkan pada sayap pesawat: Bangunan ini akan memiliki sumber pencahayaan yang bagus, yang direalisasikan dengan cara membangun separuh bangunan atap secara transparan dan sebagian lagi dengan lapisan yang pekat, hal ini dilakukan dengan tujuan agar tercipta sebuah sudut pandang yang baik ke arah lapangan, baik dalam kondisi siang hari maupun di malam hari, dengan memberikan jaminan pencahayaan yang mencukupi, agar rumput dapat tumbuh di lapangan. Tutup pada bangunan juga diproyeksikan untuk tetap menjaga suara pedukung bergelora di dalam bangunan stadion, sehingga dapat dirasakan juga oleh para pendukung, atau bahkan membuatnya merasa lebih dekat dengan para pemain.
Area yang difungsikan untuk area komersial adalah seluas 34.000 m2, pada area tersebut akan dibangun galeri toko-toko, pusat perbelanjaan dan took DIY. Kami juga menyediakan area seluas 30.000 M2 yang akan digunakan untuk taman-taman umum, taman bunga, alun-alun dan tempat parkir untuk 4000 mobil.
Proyek stadion baru Juventus diprakarsai oleh tim. Arsitek Hernando Suarez (Shesa Office) dan Gino Zavanella (Gau office) adalah perencana pembangunan; Insinyur Francesco Ossola dan Massimo Majowiecki, bertanggungjawab pada perencanaan pembangunan struktural, perencanaan operasional dan pengerjaan bagian arah penempatan struktur bangunan. Tim juga diarahkan oleh arsitek Antonio De la Pierre (koordinasi perencanaan), oleh insinyur Marco Lazzerini (bangunan mekanikal), oleh insinyur Renzo Zorzi (bangunan elektrik), dan oleh arsitek Eloy dan Stefano Suarez (perencanaan bentuk arsitektur bangunan). Manajemen proyek juga diikuti oleh AI Group dari Kota Turin, dengan presidennya sebagai penanggungjawab, insinyur Paolo Erbetta. Sebuah kontribusi diberikan oleh dua sosok terkenal dalam arsitektur gaya italia, yang berkolaborasi untuk kali pertamanya untuk memberikan nuansa hidup khas italia pada proyek arsitektur tersebut: Giugiaro Design dan Pininfarina Extra. Juventus menyerahkan kepada Fabrizio Giugiaro dan Paolo Pininfarina untuk menciptakan sebuah bentuk desain yang kuat pada stadion, untuk menberikan nuansa keunggulan kerja masyarakat kota Turin agar dikenal oleh seluruh dunia, dan mencerminkan kreatifitas terbaik bangsa Italia.
Arsitek Alberto Rolla (Rolla Office) akan menangani area komersial dan penempatan konsep penataan kota.
Karakteristik-Karakteristik teknis:
Kapasitas: 41.000 tempat duduk, Tempat Parkir: 4.000 kapasitas parkir untuk mobil, Total lahan pembangunan: 355.000 M2, lahan internal stadion: 45.000 M2, Area Jasa: 150.000 M2, Area Komersial: 34.000 M2, Lahan Hijau dan Alun-alun: 30.000 M2,
Jarak penonton terluar ke lapangan dan perbandingan antara stadion baru dengan kondisi Delle Alpi pada saat ini, ialah:
baris pertama Tribuna Ovest: 8,85 meter (28 meter) baris terakhir Trivuna Ovest: 49 meter (68,30 meter), baris pertama Tribuna 100: 8,85 meter (43,50 meter) baris terakhir Tribuna 100: 26,50 meter (49,10 meter), baris pertama Tribuna media: 33,80 meter (57,50 meter) baris terakhir Tribuna media: 49 meter (59,10 meter), baris pertama Curves: 8,85 meter (50 meter dari titik tengah kurva).








50 Legenda Juventus

50 Legenda Juventus

Inilah dia 50 legenda Juventus yang namanya akan diabadikan dalam bentuk walk of fame di stadion baru Juventus. Setiap nama pemain itu akan dicantumkan pada tanda bintang di jalan sekitar stadion.

Berikut 50 pemain Juve yang akan disematkan pada walk of fame di stadion baru itu (sesuai abjad):

1. Alessandro Del Piero
2. Alessio Tacchinardi
3. Angelo Di Livio
4. Angelo Peruzzi
5. Antonello Cuccureddu
6. Antonio Cabrini
7. Antonio Conte
8. Carlo Bigatto
9. Carlo Parola
10. Ciro Ferrara
11. Claudio Gentile
12. David Trezeguet
13. Didier Deschamps
14. Dino Zoff
15. Fabio Capello
16. Fabrizio Ravanelli
17. Felice Borel
18. Franco Causio
19. Gaetano Scirea
20. Giampiero Boniperti
21. Giampiero Combi
22. Gianluca Pessotto
23. Gianluca Vialli
24. Gigi Buffon
25. Giuseppe Furino
26. John Charles
27. John Hansen
28. Lucidio Sentimenti
29. Luis Del Sol
30. Marco Tardelli
31. Mauro Camoranesi
32. Michel Platini
33. Moreno Torricelli
34. Omar Sivori
35. Paolo Montero
36. Paolo Rossi
37. Pavel Nedved
38. Pietro Anastasi
39. Pietro Rava
40. Raimundo Orsi
41. Roberto Baggio
42. Roberto Bettega
43. Romeo Benetti
44. Sandro Salvadore
45. Sergio Brio
46. Stefano Tacconi
47. Umberto Caligaris
48. Virginio Rosetta
49. Zinedine Zidane
50. Edgar Davids
*Klik nama pemain untuk melihat profil

Kamis, 07 Maret 2013

Daftar Skuad Juventus Terbaru



Inilah Daftar Pemain (Skuad) Juventus 2013 dibawah arahan pelatih Antonio Conte. Skuad juara bertahan Liga Italia Seri A, formasi tim utama Juventus diajang Seri A, Copa Italia dan Liga Champions Eropa musim 2012/2013. Skuad dengan pemain-pemain berkualitas diposisinya, dan tidak heran jika Juventus terus mendominasi Seri A Liga Italia dan kembali menggebrak Liga Champions musim ini, dengan skuad yang memiliki kedalaman yang luar biasa ini.
Sejak dikebangkitannya di Liga Italia, terutama di era pelatih Antonio Conte, Juventus banyak melakukan perombakan skuad, termasuk untuk musim 2012/2013, nama tenang didatangkan dan legenda seperti Alessandro Del Piero disingkirkan. Selengkapnya silahkan simak skuad dan tim utama Juventus dibawah ini!

Daftar Pemain (Skuad) Juventus 2013
Kiper
  • Gianluigi Buffon
  • Marco Storari
  • Laurentiu Branescu
  • Fernando Moedim Rubens
Bek
  • Giorgio Chiellini
  • Martin Caceres
  • Federico Peluso 
  • Paolo De Ceglie    
  • Andrea Barzagli    
  • Leonardo Bonucci    
  • Stephan Lichtsteiner    
Gelandang
  • Paul Pogba
  • Simone Pepe    
  • Claudio Marchisio    
  • Simone Padoin    
  • Andrea Pirlo    
  • Kwadwo Asamoah    
  • Arturo Vidal    
  • Emanuele Giaccherini    
  • Mauricio Isla    
  • Luca Marrone
Striker
  • Mirko Vučinić    
  • Sebastian Giovinco    
  • Nicklas Bendtner    
  • Fabio Quagliarella    
  • Alessandro Matri     
  • Nicolas Anelka
Formasi Tim Juventus 2013

Daftar Pelatih Yang Pernah Menangani Juventus

Dibawah ini merupakan daftar pelatih Juventus sejak tahun 1923 ketika keluarga Agnelli dari FIAT mengambil alih Juventus,sampai saat ini.
 
Nama Tahun
Bendera Hongaria Jenő Károly 1923–1926
Bendera Hongaria József Viola 1926–1928
Bendera Skotlandia George Aitken 1928–1930
Bendera Italia Carlo Carcano 1930–1935
Bendera Italia Carlo Bigatto Iº
Bendera Italia Benedetto Gola
1935(int.)
Bendera Italia Virginio Rosetta 1935–1939
Bendera Italia Umberto Caligaris 1939–1941
Bendera Italia Federico Munerati 1941(int.)
Bendera Italia Giovanni Ferrari 1941-1942
Bendera Argentina/Bendera Italia Luis Monti 1942(int.)
Bendera Italia Felice Placido Borel IIº 1942–1946
Bendera Italia Renato Cesarini 1946–1948
Bendera Skotlandia William Chalmers 1948–1949
Bendera Inggris Jesse Carver 1949–1951
Bendera Italia Luigi Bertolini 1951(int.)
Bendera Hongaria György Sárosi 1951–1953
Bendera Italia Aldo Olivieri 1953–1955
Bendera Italia Sandro Puppo 1955–1957
Bendera Yugoslavia Ljubiša Broćić 1957–1959
Bendera Italia Teobaldo Depetrini 1959(int.)
Bendera Italia Renato Cesarini 1959–1961
Bendera Italia Carlo Parola 1961(int.)
Bendera Swedia Gunnar Gren
Bendera Republik Ceko Július Korostelev
1961(int.)
Bendera Italia Carlo Parola 1961–1962
 
Nama Tahun
Bendera Brasil Paulo Lima Amaral 1962–1964
Bendera Italia Eraldo Monzeglio 1964(int.)
Bendera Paraguay Heriberto Herrera 1964–1969
Bendera Argentina Lùis Carniglia 1969–1970
Bendera Italia Ercole Rabitti 1970(int.)
Bendera Italia Armando Picchi 1970–1971
Bendera Republik Ceko Čestmír Vycpálek 1971–1974
Bendera Italia Carlo Parola 1974–1976
Bendera Italia Giovanni Trapattoni 1976–1986
Bendera Italia Rino Marchesi 1986–1988
Bendera Italia Dino Zoff 1988–1990
Bendera Italia Luigi Maifredi 1990–1991
Bendera Italia Giovanni Trapattoni 1991–1994
Bendera Italia Marcello Lippi 1994–1999
Bendera Italia Carlo Ancelotti 1999–2001
Bendera Italia Marcello Lippi 2001–2004
Bendera Italia Fabio Capello 2004–2006
Bendera Perancis Didier Deschamps 2006–2007
Bendera Italia Giancarlo Corradini 2007(int.)
Bendera Italia Claudio Ranieri 2007–2009
Bendera Italia Ciro Ferrara 2009–2010
Bendera Italia Alberto Zaccheroni 2010(int.)
Bendera Italia Luigi Del Neri 2010–2011
Bendera Italia Antonio Conte 2011-sekarang